Thursday, 20 June 2013

KETERAMPILAN DALAM ORGANISASI PERUSAHAAN


TIGA KELOMPOK KETERAMPILAN DALAM ORGANISASI PERUSAHAAN
Oleh : Mursalin Asbi

 Organisasi suatu perusahaan menengah atau besar biasanya tampak rumit bagi orang kebanyakan.  Ada banyak orang yang terlibat dan tentu saja banyak variasi pekerjaan serta jabatan yang dijalani.  Namun berbagai jebis dan bentuk pekerjaan yang beragam tersebut sebenarnya dapat dikelompokkan menjadi hanya tiga kelompok saja

Tiga kelompok keterampilan yang harus dimiliki orang-orang yang bekerja dalam organisasi perusahaan tersebut adalah :
  1. Keterampilan teknis
  2. Keterampilan hubungan manusia
  3. Keterampilan konsep

KETERAMPILAN TEKNIS – Technical skill

Pekerja atau karyawan pada level pelaksana harus memiliki keterampilan teknis dalam bidangnya masing-masing.  Sebagai contoh adalah staf akuntansi yang harus dan wajib memahami proses akuntansi, mulai dari pengumpulan data-data transaksi sampai menghasilkan laporan keuangan.  Contoh lain adalah tenaga tukang las yang harus memahami penggunaan bahan dan alat las yang digunakan, sampai prosedur keamanan dan kualitas hasil las.  Dan bagian marketing, tentu saja harus memahami berbagai alternatif strategi promosi dan bagaimana menghadapi pesaing.

KETERAMPILAN HUBUNGAN MANUSIA - Human skill

Karyawan yang berada pada posisi jabatan supervisor atau penyelia, selain harus memiliki keterampilan teknis juga wajib memahami keterampilan hubungan manusia.  Sebagai penyelia atau supervisor, karyawan tersebut lebih banyak mengurusi manusia atau karyawan bawahannya daripada melaksanakan pekerjaan secara langsung.
Level manajer hampir sama dengan level supervisor dimana mereka juga sangat banyak berurusan dengan manusia yaitu bawahan dan rekan sejawat.  Namun mereka juga harus memahami dan memelihara sistem didalam lingkungan bagiannya. 

KETERAMPILAN KONSEP – Conceptual skill

Pada level posisi jabatan puncak seperti General Manager atau Direktur, mereka wajib memiliki ilmu dan keterampilan konsep atau conceptual skill.  Porsi keterampilan ini lebih banyak, karena pekerjaan urusan hubungan manusia sebagian besar ditangani oleh level manajer serta supervisor.  Sedangkan pekerjaan teknis dilaksanakan oleh karyawan level pelaksana.

Dalam pelatihan atau training yang diberikan untuk penyelia atau supervisor, pemahaman posisi dan kedudukan supervisor didalam organisasi akan dijelaskan dengan lebih baik,  Biasanya dalam suatu training supervisor yang baik juga diberikan contoh-contoh serta  kasus dalam dunia kerja.

Dengan mengikuti training dasar supervisor maka penyelia atau supervisor akan memahami hal ini.  Memahami fungsi dan peranannya yang mana diharapkan supervisor tersebut dapat bekerja dengan baik sesuai sasaran perusahaan.  Sedangkan keterampilan lanjutan yang sangat baik dan dibutuhkan oleh supervisor atau manajer adalah personal development (pengembangan diri), leadership (kepemimpinan) dan bagaimana cara menangani perubahan (change management).

www.smaile-training.com

 

No comments:

Post a Comment

Post a Comment